Tim Aquilact-TN mengembangkan nanoemulsi ekstrak daun gaharu sebagai kandidat agen antikanker untuk kanker payudara triple-negatif
DEPOK – Lima siswa SMAN 1 Kota Depok menorehkan prestasi membanggakan di ajang Indonesia Inventors Day 2026, kompetisi sains dan inovasi bagi inventor muda yang diselenggarakan oleh Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA) pada 2–6 Oktober 2026 di gedung SMESCO Jakarta Selatan. Lewat karya berjudul In Vitro and Bioinformatics Analysis of the Anticancer Activity of Aquilaria malanccesis against Triple Negative Breast Cancer, tim berhasil meraih Gold Medal dan mendapatkan beasiswa dari Universitas Mercubuana sebagai penelitian terbaik dan mengharumkan nama sekolah.

Tim siswa SMAN 1 Kota Depok di stan Aquilact-TN pada IID 2026.
Di stan bertajuk Aquilact-TN, kelima siswa memaparkan hasil penelitian mereka kepada juri dan pengunjung. Stan dihiasi pita merah muda, simbol kepedulian terhadap kanker payudara, serta maskot daun hijau yang menggambarkan bahan alam yang mereka teliti.
Berawal dari kepedulian pada kanker payudara
Kanker payudara termasuk kanker dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Berdasarkan data Globocan 2022 yang dikutip tim dalam laporannya, tercatat sekitar 2,3 juta kasus di dunia dan sekitar 66 ribu kasus di Indonesia. Di antara berbagai subtipenya, triple-negative breast cancer (TNBC) dikenal paling agresif dan sulit diobati karena sel kankernya tidak memiliki tiga reseptor yang lazim menjadi sasaran terapi. Akibatnya, pengobatan banyak bergantung pada kemoterapi yang efek sampingnya tidak ringan.
Dari sinilah para siswa mencari alternatif dari kekayaan alam Indonesia. Pilihan mereka jatuh pada daun gaharu (Aquilaria malaccensis), tanaman yang daunnya telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan saponin.
Mengubah ekstrak menjadi nanoemulsi
Ekstrak tumbuhan sering terkendala kelarutan dan kestabilan sehingga sulit diserap tubuh. Untuk mengatasinya, tim mengemas ekstrak daun gaharu dalam bentuk nanoemulsi, yaitu campuran minyak dan air dengan tetesan berukuran sangat kecil, memakai sistem SNEDDS (self-nanoemulsifying drug delivery system).
Hasilnya menjanjikan. Ukuran tetesan nanoemulsi berada pada kisaran 66,87 hingga 115,63 nanometer, jauh di bawah batas 200 nanometer. Selama 21 hari pengamatan, seluruh formula tetap jernih dan homogen tanpa pemisahan fase. Nilai zeta potensial yang berkisar −31,30 hingga −39,73 mV juga menunjukkan stabilitas yang baik.
Diuji pada sel kanker dan dianalisis secara komputasi
Tim lebih dulu menganalisis kandungan ekstrak dengan GC-MS dan menemukan 34 senyawa, antara lain asam lemak seperti asam oktadekanoat dan asam heksadekanoat, serta betulin yang tergolong terpenoid. Ekstrak kemudian diuji pada sel kanker payudara triple-negatif MDA-MB-231 dengan metode MTT selama 48 jam. Hasilnya, semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin rendah viabilitas sel kanker. Hubungan dosis dan respons tersebut tergolong kuat (R² = 0,9241), dengan nilai IC₅₀ sekitar 244,61 µg/mL.
Tidak berhenti di laboratorium, para siswa juga memanfaatkan pendekatan bioinformatika. Analisis itu menghasilkan 34 gen target yang beririsan dengan gen terkait TNBC, dengan PTGS2 (COX-2), PPARA, dan PPARG sebagai gen kunci. Temuan ini mengisyaratkan bahwa efek antikanker ekstrak kemungkinan bekerja pada banyak target sekaligus, mulai dari peradangan, metabolisme lemak, hingga pengaturan siklus sel.
Meneliti di laboratorium kampus
Yang membuat capaian ini semakin istimewa, penelitian dikerjakan sepanjang Februari hingga April 2026 di laboratorium perguruan tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Islam Indonesia. Para siswa belajar langsung prosedur ilmiah yang lazim dipakai peneliti, mulai dari ekstraksi, analisis GC-MS, formulasi nanoemulsi, uji sel, hingga analisis bioinformatika.
Masih awal, namun arahnya jelas
Perlu dicatat, hasil ini masih berupa penelitian tahap awal di laboratorium dan belum dapat disebut sebagai obat. Sesuai rencana yang tertuang dalam laporan, langkah berikutnya meliputi pengujian langsung formula nanoemulsi untuk dibandingkan dengan ekstrak, evaluasi kemampuan menghambat migrasi sel kanker, serta pembuktian jalur molekuler yang diprediksi melalui bioinformatika. Penelitian ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.
Kebanggaan bagi sekolah
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas capaian putra-putri kami di Indonesia Inventors Day 2026. Penelitian ini tidak mudah, karena mereka harus belajar langsung di laboratorium perguruan tinggi dengan prosedur ilmiah yang sesungguhnya. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMAN 1 Kota Depok mampu bersaing dalam sains dan inovasi. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani bereksperimen dan berkarya, serta kami akan terus mendukung kegiatan penelitian di sekolah,” ujar Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Depok, Siti Jainab, S.Kom, M.I.Kom.

Tim Aquilact-TN SMAN 1 Kota Depok di depan stan pameran IID 2026.
Tim Aquilact-TN SMAN 1 Kota Depok
- Fathma Shofa Nabila XI-3
- Tatianisa Chasya Malika XII-2
- Munifa Adzikra Salsabila Br Ginting XII-3
- Ratu Clara Lamtiurma Sihombing XII-3
- Muthia Azkia Salsabila Br Ginting XII-5
Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMAN 1 Kota Depok mampu bersaing di panggung sains dan inovasi. Kerja keras kelima siswa, bimbingan para pendamping, serta dukungan sekolah dan orang tua telah melahirkan karya yang tidak hanya membawa pulang Gold Medal, tetapi juga menumbuhkan semangat meneliti di kalangan pelajar.
“Bagi saya, IID adalah pintu untuk mendalami dunia penelitian. Pengalaman ini sangat menyenangkan karena saya berkenalan dengan banyak peneliti muda yang sangat kreatif, baik dari Indonesia maupun dari negara lain yang berpartisipasi. Hal tersebut membuat saya semakin bersemangat untuk menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat di masa depan,” ujar Munifa Adzikra Salsabila Br Ginting, salah satu anggota tim. Semoga capaian ini menginspirasi siswa lain untuk berani bermimpi, bereksperimen, dan berkarya bagi masyarakat luas.

Leave a Reply