SMA N 1 KOTA DEPOK

Sekolah MAUNG

Ubah Limbah Kulit Manggis Jadi Plester Pintar Berdaya Surya: Ragil Akbar Kamil Raih Gold Medal di ISIF 2026

DEPOK, — Siapa sangka limbah kulit manggis yang kerap dibuang begitu saja bisa bertransformasi menjadi inovasi medis mutakhir berskala internasional? Adalah Ragil Akbar Kamil, siswa berbakat dari SMAN 1 Kota Depok, yang berhasil membuktikan bahwa ketekunan di laboratorium mampu mengharumkan nama sekolah hingga tingkat dunia.

Dalam ajang prestisius International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang berlangsung di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Ragil sukses menyabet penghargaan tertinggi: Gold Medal.

Memadukan Energi Surya dan Penyembuhan Luka

Karya ilmiah yang dibawa Ragil bukanlah inovasi sembarangan. Ia mengembangkan Flexible Dye-Sensitized Solar Cell (FDSSC) berbasis pigmen antosianin dari limbah kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang diintegrasikan dengan conductive hydrogel sebagai self-powered antibacterial healing patch (plester penyembuh luka daya mandiri).

Inovasi cerdas ini lahir dari keprihatinannya terhadap keterbatasan perawatan elektroterapi mandiri di rumah, efek samping plester konvensional, serta tingginya ketergantungan pada energi fosil.

“Indonesia memproduksi buah manggis dalam jumlah besar sehingga limbah kulitnya sangat melimpah. Kulit manggis mengandung kadar pigmen antosianin tinggi serta kaya akan antioksidan,” ungkap Ragil saat diwawancarai.

“Penggabungan sel surya fleksibel dan conductive hydrogel menciptakan plester penyembuh luka berdaya mandiri. Arus mikro-listrik yang dihasilkan secara mandiri dari serapan cahaya akan dialirkan ke permukaan kulit untuk merangsang pergerakan sel fibroblas agar menutup luka lebih cepat melalui prinsip elektroterapi,” tambahnya menjelaskan mekanisme kerja plester buatannya.

Proses Panjang dan Uji Laboratorium yang Presisi

Gagasan ilmiah ini tidak muncul secara instan. Ragil mulai mematangkan ide risetnya sejak 19 Juli 2026. Selama kurang lebih dua bulan, ia bergelut dengan pengujian laboratorium, pembuatan prototipe, poster ilmiah, hingga latihan presentasi.

Melalui uji Spektrofotometri UV-Vis, ekstraksi antosianin dari kulit manggis terbukti menghasilkan puncak serapan maksimum 536 nm. Tak hanya itu, pada uji Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), hydrogel yang dikembangkannya terbukti mampu menurunkan total resistansi listrik hingga lebih dari 98% (menjadi sekitar 8 Ohm) dibandingkan pelarut air yang bernilai 371,2 Ohm.

Namun, perjalanan menuju puncak podium tentu tak bebas dari hambatan. Saat uji daya hambat terhadap bakteri E. coli, hasilnya sempat tergolong lemah akibat konsentrasi ekstrak yang belum mencapai Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Bukannya berkecil hati, Ragil justru menghadapi dewan juri dengan argumen ilmiah yang solid.

“Tantangan terbesar memang pada pengujian antibakteri. Namun saya meyakinkan dewan juri dengan memberikan penjelasan ilmiah yang komprehensif mengenai keterbatasan difusi tersebut, serta mengusulkan peningkatan konsentrasi melalui fraksinasi dan pengujian pada variasi jenis bakteri lain di masa depan,” tutur Ragil mantap.

Pengalaman Berkesan dan Pesan Inspiratif untuk Siswa SMAN 1 Depok

Tampil di FMIPA UI membawa kesan tersendiri bagi Ragil, terlebih persaingan di ISIF 2026 jauh lebih ketat ketimbang kompetisi yang pernah ia ikuti sebelumnya. Dukungan penuh dari orang tua, guru pembimbing, serta rekan-rekan di sekolah menjadi modal utamanya untuk tampil percaya diri membawa nama SMAN 1 Kota Depok.

Bagi Ragil, raihan Gold Medal ini bukanlah titik akhir dari perjalanannya.

“Bagi saya penghargaan ini bukan sekadar akhir dari kompetisi, melainkan pemicu untuk melakukan penelitian lanjutan. Ini membuktikan bahwa keberanian bereksperimen dan ketekunan di laboratorium mampu membawa karya pelajar Indonesia bersaing di panggung riset internasional,” terangnya dengan penuh semangat.

Menutup perbincangan, Ragil memberikan pesan hangat dan membakar semangat untuk seluruh teman-temannya di SMAN 1 Kota Depok yang ingin mulai melangkah di dunia sains dan inovasi.

“Jangan pernah ragu dan takut dengan ide yang kalian punya. Banyak inovasi besar lahir dari suatu keberanian untuk mencoba. Inovasi kelas dunia tidak langsung lahir dari kesempurnaan, tetapi dari keberanian dan ketekunan,” pesan Ragil mengakhiri.

Penulis: Aldila Caesario Ramadhan, S. Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *