SMA N 1 KOTA DEPOK

Sekolah MAUNG

Solusi Cerdas Atasi Sampah Plastik dan Food Waste, Tim SMAN 1 Kota Depok Raih Silver Medal di ISIF 2026

DEPOK — Masalah penumpukan sampah plastik sekali pakai dan tingginya angka pembuangan makanan (food waste) kerap menjadi isu lingkungan yang pelik. Namun, di tangan para pelajar kreatif SMAN 1 Kota Depok, masalah tersebut justru disulap menjadi sebuah inovasi gemilang berstandar internasional.

Melalui ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang dihelat di lingkungan bergengsi FMIPA Universitas Indonesia, tim riset SMAN 1 Kota Depok sukses memukau dewan juri dan membawa pulang Silver Medal di kategori Environment.

Inovasi Kemasan Pintar: Ramah Lingkungan Sekaligus Cek Kesegaran Makanan

Karya ilmiah yang dikembangkan bukan sekadar kemasan biasa. Tim peneliti muda SMAN 1 Kota Depok ini berhasil menciptakan prototipe kemasan bio-film ramah lingkungan yang berbasis pati sagu, kitosan, serta ekstrak kulit bawang merah. Hebatnya lagi, kemasan ini dilengkapi dengan fitur ganda berupa penahan sinar UV dan indikator pH yang bisa mendeteksi kesegaran makanan secara visual.

Ide cemerlang ini bermula dari keresahan mendalam terhadap krisis sampah plastik di Indonesia yang dibarengi dengan melimpahnya limbah kulit bawang di sekitar kita.

“Topik ini dipilih karena kami prihatin pada masalah penumpukan sampah plastik di Indonesia serta melimpahnya limbah kulit bawang,” ungkap perwakilan tim peneliti.

“Manfaatnya adalah menyediakan kemasan ramah lingkungan yang bisa memantau kualitas makanan secara visual tanpa perlu membuka kemasan,” tambahnya menjelaskan keunggulan produk.

Kolaborasi Tim Solid dan Riset Ketat Selama Tiga Bulan

Di balik kesuksesan di panggung ISIF 2026, tersimpan proses riset yang panjang dan penuh disiplin. Proyek penelitian ini dikembangkan oleh tim solid beranggotakan enam siswa berbakat SMAN 1 Kota Depok, yaitu Ragil Akbar, Humaira Fidelya, Lathifa Rania, Alifia Pramesti, Nasyiah Putri, dan Arsanara Fawnia, dengan dukungan penuh dari guru pembimbing serta orang tua tercinta.

Ide tersebut mulai dimatangkan sekitar tiga hingga empat bulan sebelum perhelatan ISIF 2026 dimulai.

“Tahapannya dimulai dari riset literatur, ekstraksi bahan, formulasi bio-film, uji laboratorium (respons pH dan UV), hingga penyusunan laporan dan poster presentasi,” jelas mereka merinci tahapan riset.

Penulis: Aldila Caesario Ramadhan, S. Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *