SMA N 1 KOTA DEPOK

Sekolah MAUNG

Dari Rumah Pintar Lansia Hingga Game Antariksa, Dua Siswa SMAN 1 Kota Depok Torehkan Prestasi Nasional.

Tangerang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 1 Kota Depok di tingkat nasional. Dua siswa, yaitu Tengku Fatih Fawwaz Shahputra dan Gilbertus Malvin Purwijaya, sama-sama berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Codero National Competition (CNC) 2026 pada kategori yang berbeda. Fatih menjuarai kategori Arduino Exhibition, sedangkan Malvin menjuarai kategori Roblox Studio. Lomba ini berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Mall Alam Sutera, Tangerang.

CNC 2026 diselenggarakan oleh Codero dan diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA dari seluruh Indonesia. Pada kategori Arduino Exhibition, yang dikemas dalam panggung bertajuk The Young Innovators’ Stage at CNC 2026, para peserta ditantang memadukan teknologi dengan kepedulian terhadap sesama. Peserta dapat berkompetisi secara individu maupun dalam tim beranggotakan maksimal tiga orang.

Tema yang diusung pada kategori Arduino Exhibition tahun ini adalah “Smart Home Solutions for Elderly Care”, yaitu solusi rumah pintar untuk perawatan lansia. Peserta diminta menciptakan proyek teknologi yang ramah bagi lanjut usia dengan memilih salah satu dari empat topik:

  1. Smart home safety, yaitu solusi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan lansia di dalam rumah.
  2. Emergency detection & prevention, yaitu sistem cerdas untuk mendeteksi bahaya sejak dini, seperti kebocoran gas, asap, atau kondisi lansia yang terjatuh.
  3. Home automation & accessibility, yaitu otomatisasi perangkat rumah tangga agar lebih mudah, nyaman, dan praktis digunakan lansia.
  4. Smart well-being, yaitu inovasi rumah pintar yang menunjang kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

Dalam pelaksanaannya, peserta bebas berkreasi menggunakan papan Arduino (UNO, Nano, atau Mega) maupun modul kendali pintar lainnya seperti ESP32, PLC, atau IC. Syarat utamanya, karya harus mampu bekerja secara mandiri dan benar-benar memberikan solusi nyata bagi orang lain.

Pada hari perlombaan, Fatih memamerkan karya berupa maket rumah pintar yang dilengkapi panel surya di atap, pagar, serta rangkaian komponen elektronik. Di hadapan para juri, ia memaparkan cara kerja dan manfaat karyanya bagi lansia. Penjelasan yang runtut, karya yang berfungsi dengan baik, dan gagasan yang relevan dengan tema mengantarkannya meraih gelar juara pertama di antara peserta dari berbagai daerah.

Sementara itu, di kategori Roblox Studio, Gilbertus Malvin Purwijaya tampil dengan karya berupa game bertema space exploration atau eksplorasi luar angkasa. Pada saat lomba berlangsung, Malvin mempresentasikan game buatannya, mulai dari fitur, proses pengkodean, hingga alur ceritanya yang bergenre fiksi ilmiah (science fiction). Ia juga menjelaskan bahwa ide game ini muncul setelah ia melakukan riset dunia nyata, yang kemudian ia masukkan ke dalam gamenya.

Game ini diharapkan tidak hanya memberikan keseruan, tetapi juga edukasi tentang kondisi di luar angkasa, termasuk memaparkan fenomena bahwa adanya tumbukan meteoroid di Mars yang di deteksi wahana milik NASA, serta misi DART yang menguji teknologi pengalihan lintasan asteroid. Berdasarkan kedua fenomena itulah yang mendasari penulisan cerita Sci-Fi pada game yang dibuatnya.

Di hadapan juri, Malvin turut menjawab sejumlah pertanyaan, salah satunya terkait lamanya waktu pembuatan. Ia menjelaskan bahwa game tersebut dikerjakan selama sekitar 10 hari dan terinspirasi dari game mobile bergenre space shooter karena menurutnya game tersebut dinilai seru. Game tersebut dibuat menggunakan platform Roblox Studio dengan bahasa pemrograman Luau, turunan dari bahasa Lua.

Di balik prestasinya, Malvin mengaku memiliki tantangan tersendiri dalam membuat game ini, yaitu melawan kebiasaan menunda waktu dan menunggu datangnya ide. Ketertarikannya pada dunia teknologi sudah tumbuh sejak lama. Ia mulai membuat aplikasi sejak kelas 4 SD, pernah menggeluti animasi 2D, mengikuti les coding secara daring, serta membuat game Minecraft. Kini, di luar kegiatan sekolah, Malvin mengisi waktunya dengan mempelajari pembuatan aplikasi atau game yang diminatinya. Keberhasilan Fatih dan Malvin menjadi bukti bahwa pelajar SMAN 1 Kota Depok mampu bersaing di bidang sains dan teknologi di tingkat nasional, baik melalui karya elektronika berbasis Arduino maupun pengembangan game. Prestasi keduanya diharapkan menginspirasi siswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk membantu sesama.

Penulis : Ai Rahmatussa’adah, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *